RILIS PERS DAMPAK DAN PENANGANAN BENCANA GEMPA BUMI 6,2 SR DI BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH

Gempa bumi 6,2 SR dengan kedalaman 10 km mengguncang wilayah Aceh pada Selasa (2/7) pukul 14:37:03 WIB. Pusat gempa di daratan berada 35 km barat daya Kabupaten Bener Meriah atau 43 km Tenggara Kab. Bireuen, atau 50 km Barat Laut Kab. Aceh Tengah. Gempa terasa sangat kuat selama 15–45 detik oleh warga Bener Meriah dan Aceh Tengah. Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini berkekuatan 6 MMI (kuat), sedangkan menurut Badan Geologi Amerika Serikat, kekuatannya mencapai 7,4 MMI yang artinya sangat kuat. Dengan intensitas gempa 7,4 MMI, bangunan yang tidak dibangun dengan konstruksi tahan gempa berpotensi mengalami kerusakan. 

Sumber gempa berasal dari sesar aktif di daratan pada segmen Aceh dari sesar Sumatera atau Sesar Semangko. Sesar Sumatera memiliki 19 segmen dengan panjang keseluruhan 1.900 km, sangat aktif dan berupa strike-slip atau sesar geser. Sebelumnya, di daerah sesar tersebut pernah terjadi gempa bumi 6,0 SR pada 22 Januari 2013 di Pidie, yang menyebabkan korban satu orang meninggal dunia dan tujuh orang luka-luka.

Gempa 6,2 SR yang terjadi kemarin tidak memberikan pengaruh pada aktivitas Gunungapi Bur Ni Telong di Kab. Bener Meriah. PVMBG melaporkan bahwa pada 2 Juli 2013 terdapat 85 gempa vulkanik dalam, 71 gempa vulkanik dangkal, 73 gempa tektonik. Sedangkan pada 3 Juli 2013 terjadi 13 gempa vulkanik dalam, 21 gempa vulkanik dangkal, dan 17 gempa tektonik. Dengan demikian, kondisi Gunungapi Bur Ni Telong tetap NORMAL.

Hingga Rabu (3/7) siang, terjadi gempa susulan sebanyak 16 kali, di mana gempa yang cukup besar terjadi dua kali. Gempa susulan pertama terjadi pada pukul 20:55:38 WIB dengan kekuatan 5,5 SR dan pusat gempa berada di Barat Daya Kab. Bener Meriah, Aceh. Gempa bumi susulan berikutnya terjadi pukul 22:36:44 WIB dengan kekuatan 5,3 SR dan pusat gempa berada di Barat Daya Kab. Bener Meriah, Aceh. Gempa susulan membuat panik masyarakat.

Data dampak yang berhasil dihimpun hingga Rabu (3/7) pukul 15.00 WIB sebagai berikut:

Dampak keseluruhan:

Total korban 24 orang meninggal dunia, dua orang hilang, dan 249 orang luka-luka. Korban luka-luka semuanya dirawat di RSUD dan puskesmas serta sebagian rawat jalan.

Dampak di Kab. Bener Meriah:

  • Jumlah korban meninggal dunia 14 orang
  • Korban luka-luka di Muyan Kute 43 orang, di Puskesmas Pante Raya 50 orang, di Puskesmas Lampaha 16 orang.
  • Dua orang dinyatakan hilang.
  • 75 bangunan dan rumah rusak (masih dalam pendataan); infrastruktur jalan rusak dan tertimbun tanah longsor.

Dampak di Aceh Tengah:

  • 10 orang meninggal dunia
  • Luka-luka 140 orang
  • 300 bangunan dan rumah mengalami kerusakan (masih pendataan). Beberapa akses jalan tertutup tanah longsor. Di Takengon sudah didatangkan dua buldozer untuk penanganan jalan.

Penanganan darurat masih dilakukan. Beberapa upaya yang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2013 adalah:

  1. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBA Aceh, BPBA Bener Meriah, BPBA Aceh Tengah.
  2. Kepala BNPB melaporkan kepada Presiden mengenai dampak dan penanganan gempa Aceh pada Selasa (2/7) pukul 18.00 WIB.
  3. Presiden menginstruksikan kepada Kepala BNPB dan aparat terkait untuk melaksanakan penyelamatan terhadap korban dan mengerahkan potensi yang ada membantu penanganan gempa di Aceh.
  4. BNPB, SRC PB, Kemenkes, Kemensos, dan Kemen PU berangkat ke Aceh pada Selasa, 19.00 WIB menggunakan pesawat charter Susi Air untuk melakukan koordinasi dan kaji cepat dengan pemda. BNPB memberikan pendampingan (memperkuat) pemda dalam penanganan bencana.
  5. BPBA, TNI, Polri, SKPD dan PMI di daerah melakukan upaya pencarian, penyelamatan korban, dan distribusi bantuan.

 

Upaya pada Rabu (3 Juli 2013) adalah:

  1. Tim BNPB, SRC PB, Kemensos, Kemenkes, dan Kemen Pu menuju Bener Meriah melakukan koordinasi dengan Bupati Bener Meriah.
  2. Masa Tanggap Darurat di Bener Meriah ditetapkan satu minggu (3-9 Juli 2013). Selanjutnya akan dievaluasi sesuai dengan kondisi di lapangan.
  3. BNPB mengirimkan:
    1. Helicopter Collibri TNI AU yang berada di Pekanbaru ke Aceh untuk membantu penyelamatan dan pencarian korban, khususnya di daerah perbatasan antara Bener Meriah dan Aceh Tengah.
    2. Pesawat CN 235 ke Aceh untuk melakukan foto udara dan kaji cepat dampak kerusakan akibat gempa.
  4. Pasukan TNI/Polri sebanyak 1.524 personil siap digerakkan ke Aceh jika diperlukan. Pasukan tersebut masih berada di Riau untuk melakukan penanganan bencana asap di Riau.
  5. Menkokesra, Mensos, Sestama BNPB, eselon satu Kemen PU dan eselon 1 Kemenkes berangkat ke Aceh pada pukul 10.00 WIB.

Jakarta, Rabu 3 Juli 2013

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts