SEMINAR NASIONAL: BNPB – DITKES ANGKATAN DARAT

Dalam lima tahun keberadaanya BNPB terus membangun paradigma baru terkait penanggulangan bencana yang secara komprehensif disemua fase penanggulangan bencana mulai dari pencegahan, tanggap darurat sampai dengan rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurut UU No 24 Tahun 2007 bencana diklasifikasikan menjadi 3 yaitu bencana alam, bencana non alam dan bencana social, namun kegiatan penanggulangan bencana selama ini umumnya masih menyangkut bencana alam, sementara untuk bencana non alam karena frekuensinya memang relative lebih rendah maka relative belum tersentuh.
Berkaitan dengan hal tersebut maka sangat penting untuk memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana non alam dalam hal ini bencana Biologi dan Bencana Kimia, BNPB  bekerjasama dengan Direktorat Kesehatan Angkatan Darat mengadakan Seminar Nasional "Ketangguhan Bangsa Menghadapi Bencana Biologi dan Kimia Ditinjau dari Perspektif Operasi Militer Selain Perang (OMSP)”. Seminar ini diselenggarakan pada tanggal 29 Juni 2013 di Hotel Grand Aquila Bandung dan dihadiri sekitar 150 peserta yang berasal dari Direktorat Kesehatan Angkatan Darat dan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) seluruh Indonesia.
Dalam Keynote yang disampaikan Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Ir. Sugeng Triutomo, DESS, menyampaikan perlunya memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana termasuk dari ancaman Biologi dan Kimia, yaitu mampu mengantisipasi terhadap risiko bencana yg dihadapi, melindungi dari setiap ancaman yg datang dgn cara menghindar atau menahan, mengurangi dampak yang ditimbulkan, apabila bencana terjadi dan mampu pulih kembali dengan cepat, setelah bencana berlalu. Selain itu, disampaikan pula bahwa secara factual, peran multistakeholder termasuk TNI dalam menghadapi risiko bencana biologi dan kimia juga sangat diperlukan. TNI merupakan salah satu pendukung utama dalam operasi atau misi kemanusiaan.  Dengan prinsip “civilian-led, military support”, keterlibatan personil TNI dan aset militer yang diperlukan, diakses dan dimobilisasi melalui keputusan politis. TNI tidak hanya berperan pada saat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana. Dan Seminar merupakan langkah awal kedepan dalam menyusun masterplan dalam menghadapi risiko bencana biologi dan kimia sehingga ketangguhan akan terwujud.
Seminar ini bertujuan untuk membuka wawasan, menyamakan persepsi serta meningkatkan kesiapsiagaan terkait dengan pentingnya ketangguhan menghadapi ancaman Biologi dan Kimia di indonesia. Untuk itu, pada kesempatan ini dihadirkan beberapa pembicara antara lain dari technical Asistance WHO-Kemkes, Direktur Utama Bio Farma, dan Kepala Dinkes Cilegon.
Selain itu, Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah awal kerjasama antara sipil-militer dibidang kesehatan terkait penanggulangan bencana antara BNPB dan TNI-AD yang dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangani bersama saat rangkaian kegiatan seminar ini.
Sumber: Direktorat PRB

Related posts