Sinergitas Akademisi dan Pemerintah dalam Membangun Ketangguhan Masyarakat

SOLO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Perguruan Tinggi se- Jawa Tengah dan DIY untuk membangun sinergi dalam membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana (15/5). Rapat koordinasi yang dihadiri oleh 149 Perguruan Tinggi  Swasta dan Negeri ini membahas mengenai peran Perguruan Tinggi dalam Penanggulangan Bencana melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Tangguh Bencana. Peserrta yang hadir diantaranya dari Universitas Sudirman, Universitas Negeri Semarang, UMM Magelang, IAIN pekalongan, Stikes St. Elisabeth Semarang, UNISULA, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, SST Pati, STKIP, Stikes YPPI Rembang dan Universitas/Sekolah Tinggi lainnya.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan akademisi dalam upaya pengurangan risiko bencana dan membangun komitmen akademisi dalam Penanggulangan bencana.

Dalam arahan Sekretaris Utama BNPB yang dibacakan oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Lilik Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden yang menitikberatkan pada pembangunan mental dan penguatan kapasitas sumberdaya manusia untuk meningkatkan kesadaran dalam memahami risiko bencana dan pentingnya mengurangi dampak kejadian bencana melalui pendidikan, penelitian, dan lintasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui Tri Dharmanya, Perguruan Tinggi dapat berperan dan berkontribusi secara nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat melalui riset, penelitian dan edukasi kebencanaan serta melaksanakan program pengabdian masyarakat untuk membangun ketangguhan melalui KKN Tematik nya.

Rapat koordinasi ini menghadirkan narasumber  Direktur Pembelajaran Kementerian RistekDikti, Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia ( IABI)  dan Forum Perguruan Tinggi PRB. Kementerian Ristek Dikti menyoal Pengabdian Mahasiswa KKN Tematik yang telah dilakukan Kemenristekdikti bersama 70 PT di Jawa Barat yaitu KKN tematik Tanggap Bencana di sepanjang sungai Citarum. Kemenristekdikti juga mengingatkan bahwa KKN tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga untuk melatih dosen dan peneliti yang bertujuan melakukan budaya peka terhadap lingkungan. Kabar gembiranya bahwa KKN, magang/pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa/dosen/peneliti akan diberikan kredit point SKS. Pembelajaran KKN Tematik lainnya adalah KKN yang dilakukan oleh Universitas DR.Soetomo yang mengambil tema tentang Pasar Tangguh Bencana, lokasi KKN di Pasar Larangan Sidoarjo. KKN tematik berfungsi ganda, tidak hanya berguna bagi mahasiswa tetapi juga mencerdaskan masyarakat dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir acara dilakukan penandatangan pada lembar komitmen Perguruan Tinggi untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) bekerjasama dengan BNPB. Bagaimana pun perguruan tinggi dan pemerintah merupakan entitas yang saling melengkapi karena bencana merupakan urusan semua pihak.

Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB

Related posts