Sinergitas Penyusunan Skenario TTX Nasional

MALUKU TENGAH – Pada 8-10 Agustus 2016 di Kabupaten Maluku Tengah telah diselenggarakan Rapat Penyusunan MSEL (Master Scenario Event List) / Rencana Operasi Latihan (ROL) untuk Table Top Exercise (TTX) Tingkat Nasional dalam Menghadapi Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Maluku. ROL merupakan dokumen latihan yang disusun berdasarkan skenario strategis dan strategis taktis serta menjadi alat kendali utama dalam latihan TTX. ROL disusun oleh tim perancang yang terdiri dari unsur Kementerian/Lembaga, TNI, Polri, unsur SKPD di Provinsi Maluku, Kota Ambon, dan Kabupaten Maluku Tengah serta perwakilan dari LSM nasional dan daerah. Penyusunan ROL ini merupakan salah satu kegiatan pada tahap perencanaan TTX di Provinsi Maluku yang akan dilaksanakan pada 30  hingga 31 Agustus 2016 nanti. Kegiatan dibuka pada Senin, 8 Agustus 2016 oleh Asisten 2 Kesejahteraan Sosial Sekda Maluku, Bapak Drs. Ujir Halid, Msi yg mewakili Gubernur Provinsi Maluku dan dari BNPB hadir Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Ir. Medi Herlianto, CES, MM  selaku ketua penyelenggara latihan TTX Nasional . Dalam sambutannya, Gubernur Maluku berharap bahwa 3 BPBD yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu BPBD Provinsi Maluku, BPBD Kota Ambon dan BPBD Kabupaten Maluku Tengah supaya mampu mentransferkan pengetahuan kepada 9 BPBD lain yang ada di wilayah Provinsi Maluku. Direktur Kesiapsiagaan BNPB menyampaikan dasar pertimbangan Provinsi Maluku dijadikan lokus dalam kegiatan TTX baik Nasional maupun Internasional yaitu karena Provinsi Maluku merupakan wilayah kepulauan yang rawan bencana. Berdasarkan tatanan tektonik wilayah Maluku dapat dibagi menjadi 3 rumpun tektonik yang mana gempa yang seringkali terjadi berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah laut Maluku (Maluku Utara), wilayah laut Seram, Wilayah Laut Banda (Ambon dan Banda Neira serta Busur kepulauan yang ada di Maluku Tenggara dan Maluku Barat Daya. Fakta tersebut diperkuat bahwa jumlah tsunami yang terjadi di Indonesia 40% berada di Maluku. Hampir semua wilayah di Maluku berisiko tinggi dan yang paling tinggi risikonya adalah di Teluk Ambon. Selain itu, Kota Ambon merupakan salah satu Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di wilayah timur Indonesia yang juga termasuk dalam 136 kabupaten / kota prioritas RPJMN dalam hal pengurangan risiko bencana karena posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Dalam catatan sejarah, Tsunami tertua yang pernah tercatat di Indonesia terjadi di Pulau Ambon dan Pulau Seram pada tahun 1674 yang menelan ribuan korban tewas menjadi salah satu pengalaman yang patut diwaspadai dan diambil pelajaran untuk mengurangi atau meminimalisir korban dan kerugian jika terjadi peristiwa serupa di masa mendatang. Disampaikan juga oleh  Direktur Kesiapsiagaan, bahwa tujuan dari pelaksanaan TTX Nasional ini adalah untuk mengingatkan Pemerintah Daerah akan potensi risiko yang ada di Maluku dan hasil kajian serta latihan dapat dijadikan rumusan SOP atau kebijakan di daerah dan nasional. Selain itu, kegiatan TTX ini juga untuk membangun kolaborasi daerah dan nasional melalui kesiapsiagaan untuk membangun respon yang efektif. Infrastruktur di Maluku saat ini dirasa belum memadai dalam mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi gempa bumi dan tsunami skala besar, sehingga dibutuhkan latihan yang terencana, terukur, dan menyeluruh. Pemahaman risiko dan mekanisme koordinasi dalam kondisi darurat diantara berbagai sektor pemerintah masih membutuhkan perhatian dan peningkatan secara signifikan, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dari semua level (kabupaten/kota, provinsi, dan nasional) perlu senantiasa ditingkatkan dalam menghadapi rapid on set disaster seperti gempabumi dan tsunami. Hasil dari kolaborasi tim perancang TTX Nasional selama 3 hari telah disusun ROL yang melingkupi isu-isu strategis pada tahap peringatan dini, tanggap darurat sampai dengan transisi darurat ke pemulihan yang akan digunakan sebagai bahan diskusi dalam TTX Nasional.   (Subdit Perencanaan Siaga Direktorat Kesiapsiagaan BNPB).

Related posts