Sistem Manajemen Logistik Penanggulangan Bencana Harus Optimal

BOGOR – Dalam rangka meningkatkan sistem manajemen logistik penanggulangan bencana, Direktorat Logistik, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengundang perwakilan dari BNPB dan BPBD provinsi untuk menyusunan petunjuk pelaksanaan teknis pergudangan dan penditribusian logistik, pada tanggal 28 – 30 Agustus 2019 di Hotel Royal Bogor, Jawa Barat.

 

Acara dibuka oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Prasinta Dewi, dalam arahannya mengatakan,“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa musibah bencana datang silih berganti, sepanjang Tahun 2019 lalu kita dikejutkan dengan musibah longsor di Sukabumi, banjir di Jayapura dan Konawe serta gempa bumi di Halmahera Selatan. Hal ini menjadi tantangan bagi kita, khususnya BNPB dan BPBD yang memperoleh mandat untuk penanggulangan bencana.

 

Di BPBD masih banyak pengelolaan barang bantuan baik peralatan maupun barang persediaan yang belum dilakukan secara optimal, seperti halnya pengelolaan manajemen pergudangan maupun pelaksanaan pendistribusian bantuan. Oleh sebab itu dibutuhkan pentunjuk teknis sebagai panduan pelaksanaan dilapangan, baik itu mengenai manajemen pergudangan, pendistribusian maupun SDM sebagai pengelola administrasinya.

 

Petunjuk pelaksanaan pergudangan dan distribusi menjadi penting, karena kaitannya dengan perlakukan barang dan bagaimana menyampaikan barang bantuan dengan kondisi baik, lengkap dan secepat mungkin. Didalam petunjuk pelaksanaan memuat hal-hal praktis, didalam keseharian proses pergudangan dan distribusi, sehingga diharapkan siapapun pengguna dapat memahami isi dari petunjuk pelaksanaan.

 

Rekan-rekan BPBD diharapkan dapat memberikan masukan yang optimal terkait petunjuk pelaksanaan pergudangan dan distribusi ini. BPBD sebagai ujung tombak penanggulangan bencana di lapangan mempunyai banyak pengalaman, sehingga diharapkan Juklak ini dapat diisi dengan hal-hal yang praktis dan dapat langsung diaplikasikan.” Jelas Prasinta.

 

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, “Kami sangat bangga karena dipilih sebagai lokasi pertemuan ini, oleh sebab itu diharapkan para peserta sekalian dapat memanfaatkan pertemuan ini semaksimal mungkin serta berbagi pengalaman dalam hal pengelolaan pergudangan dan pendistribusian logistik yang baik. Kami mengharapkan juga setelah acara ini peserta dapat meluangkan waktu berkeliling kota bogor melihat-lihat sektor wisata Kota Bogor.” Ucap Juniarti.

 

Pertemuan ini akan menghasilkan petunjuk pelaksanaan yang dapat menjadi acuan oleh semua pihak dan dapat diaplikasikan dengan baik di lapangan, baik oleh BNPB, BPBD maupun stakeholder yang terkait dengan kebencanaan.

 

Hadir dalam pertemuan tersebut 82 peserta yang terdiri dari 68 peserta dari BPBD provinsi serta 14 peserta dari BNPB, para pejabat eselon 3, 4 dan staf BNPB, BPBD Kota Bogor.

 

Plt. Kapusdatinmas BNPB

Agus Wibowo

 

Related posts