TERJADI GEMPA 6,4 DAN 6,2 SR DALAM SEHARI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan dua kali kejadian gempabumi pada Sabtu (20/4), yaitu 6,2 SR dan 6,4 SR yang terjadi wilayah Indonesia bagian timur. Gempa hanya dirasakan lemah oleh warga sekitar lokasi gempa. Tidak ada korban dan kerusakan.
Gempa dengan magnitude 6.4 SR (menurut BMKG) atau 5,7 SR (menurut Badan Geologi Amerika, USGS), terjadi pada 20 April 2013 pukul 11.51 WIB. Pusat gempa pada koordinat 6.40 LS,130.40 BT di Laut Banda (171 km Barat Laut Maluku Tenggara Barat) yang berada di dasar laut. Kedalaman 120 Km. Tidak berpotensi tsunami.
Gempa dirasakan sangat lemah oleh masyarakat di Kepulauan Kei, Kab. Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Masyarakat di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar tidak merasakan getaran. Daerah tersebut merupakan zona sangat aktif sehingga sering terjadi gempa. Namun karena jauh dari penduduk, gempanya tidak membahayakan. Bahkan masyarakat sudah terbiasa merasakan gempa di daerah tersebut.
Sedangkan gempa 6,2 SR (menurut BMKG) atau 5,8 SR (menurut Badan Geologi Amerika, USGS) terjadi pada 20 April 2013, pukul 00.51 WIB. Pusat gempa memiliki koordinat 12.15 LS,121.59 BT (185 km Barat Daya Sabu Raijua, NTT). Berada di Samudera Hindia, Kedalaman 15 km. Pusat gempa berada pada pertemuan lempeng Hindia Australia dan Eurasia. Gempa dirasakan sangat lemah oleh masyarakat di Pulau Rote, NTT.
Indonesia rawan gempabumi. Ada 218,2 juta jiwa penduduk Indonesia yang bermukim di daerah bahaya sedang hingga tinggi dari gempabumi. Mereka tersebar di 411 kab/kota. Masyarakat dihimbau selalu waspada dan memahami antisipasi gempabumi. Gempabumi tidak dapat diprediksi dan kejadiannya mendadak.
DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas

Related posts