Tetap Waspada, Kenaikan Drastis Bencana Hidrometeorologi dalam Sepekan

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kenaikan drastis bencana hidrometeorologi dalam sepekan (2/2) terakhir. Bencana ini mencakup banjir, puting beliung dan tanah longsor. Kenaikan kejadian bencana dari tiga jenis bencana tersebut mencapai lebih dari seratus persen. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan hujan akan mencapai puncaknya pada akhir Januari dan Februari 2016.

Data BNPB mencatat ketiga bencana tadi berdampak pada lebih dari 700 ribu jiwa dengan kategori menderita dan mengungsi. Sementara itu, Total jiwa meninggal akibat tanah longsor berjumlah 8 jiwa, sedangkan banjir 7 jiwa. Tidak hanya korban jiwa, bencana hidrometeorologi berdampak pada kerugian materiil berupa rumah dan fasilitas infrastruktur lain, seperti fasilitas pendidikan, peribadatan, dan kesehatan. BNPB mencatat bahwa bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor hingga awal Februari (2/2) berdampak pada kerusakan berat 421 rumah.

Melihat kecenderungan kejadian bencana hidrometeorologi yang meningkat, BNPB telah menghimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan publik untuk meningkatkan kewaspadaan. Sutopo mengatakan bahwa sekitar 63,7 juta jiwa masyarakat Indonesia terpapar bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. 

Demikian juga lebih dari 40 juta jiwa terpapar bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Mengawali bulan Februari, BNPB menghimbau masyakarat tetap terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya bencana hidrometeorologi tersebut.

Related posts