TMC 2015 untuk Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau

PEKANBARU - Bertempat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, pada hari Senin (22/6) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).

Kepala BNPB, Syamsul Maarif usai memimpin rapat koordinasi dengan BPBD membahas Karlahut menyatakan, pelaksanakan modifikasi cuaca untuk hujan buatan sebagai bentuk pencegahan menghadapi tingginya potensi kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Hal itu antara lain akibat pengaruh fenomena Elnino.

"Pemerintah merasa perlu untuk mempercepat tindakan pencegahan karena fenomena Elnino, berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akan berdampak besar pada penurunan curah hujan yang mengakibatkan kemarau panjang hingga Desember 2015," ujar Syamsul Maarif. 

Syamsul menjelaskan, Riau hingga kini memang masih berada dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang diperpanjang mulai Mei hingga Oktober mendatang.

Turut hadir menyaksikan peluncuran program itu Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Sekretaris Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Soni Solistia, dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nur Madripatin.

Dalam kesempatan yang sama Soni Solistia mengatakan, teknologi modifikasi cuaca untuk tahap awal akan menebar sekitar 25 ton garam (NaCl) ke kumpulan awan.

Penyemaian awan  menggunakan pesawat CN-295 milik TNI AU yang dilengkapi dengan alat sehingga mampu menampung empat ton garam sekali terbang.

"Ini adalah modifikasi cuaca tahap kedua setelah sebelumnya pada bulan Maret hingga April 2015 telah dilaksanakan di Riau, dan berhasil mengurangi titik panas secara signifikan," katanya.

Related posts