UPDATE: 18 TEWAS, 2 HILANG, 101 RUMAH HANYUT DAN RIBUAN MENGUNGSI AKIBAT BANJIR BANDANG DI SULUT

Penanganan darurat banjir bandang dan longsor di Sulawesi Utara masih terus dilanjutkan. Hingga saat ini data sementara terdapat 18 orang tewas, 2 orang hilang, 101 rumah hanyut, dan ribuan warga mengungsi.  Korban tersebut berasal dari Kota Manado (6 tewas, 1 hilang), Kabupaten Minahasa (6 tewas), Kota Tomohon (5 tewas, 1 hilang), dan Kab. Minahasa Utara (1 tewas). Pencarian korban masih terus dilakukan. Banjir sudah surut dan masyarakat banyak yang membersihkan rumahnya.

 

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Utara agar diutamakan penanganan pengungsi, koordinasi antar instansi, aktivasi dan struktur posko. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Utara ditunjuk sebagai Komandan Tanggap Darurat dan wakilnya Kepala Dinas Sosial Sulut.

 

BNPB, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan mengirimkan bantuan logistic dan peralatan sebanyak 57,2 ton. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU. Jumat (17/1) pagi pukul 06.00 Wib bantuan berupa tenda keluarga 6,9 ton, makanan pendamping asi  3,2 ton dan obat-obatan 150 kg telah diangkut dengan Hercules TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma. Pada Sabtu (18/1) akan diberangkatkan 3 Hercules TNI AU dan Minggu (20/1) dengan 1 Hercules TNI AU membawa bantuan  kidware 1.200 paket, family kit 4.000 paket, tenda gulung 2.000 lembar, tikar 1.000 lembar, paket kesehatan keluarga 500 paket, lauk pauk 5.000 paket, sandang 1.500 paket, dan sebagainya.

 

Di saat kondisi bencana beredar isu menyesatkan bahwa akan terjadi tsunami di Manado dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat resah dan mengungsi sehingga terjadi kemacetan. Isu menyesatkan (hoax) seperti ini seringkali terjadi di saat bencana, seperti di erupsi G. Merapi, G. Sinabung, banjir Jakarta, gempa Aceh dan sebagainya. Ada baiknya pihak Kepolisian menyidik dan menindak oknum tsb.

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts