Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Penanganan Darurat BPBD Banjir Bandang Musi Rawas Utara

Dilihat 1102 kali
Penanganan Darurat BPBD Banjir Bandang Musi Rawas Utara

Foto : Lokasi terdampak banjir bandang (16/4) (BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara)

JAKARTA - Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), pada Selasa pagi (16/4), sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Sejumlah kerusakan dan korban jiwa terjadi akibat insiden tersebut.

Laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan 2.839 KK atau  11.356 jiwa terdampak bencana ini. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara masih melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak, khususnya penyelamatan warga dan evakuasi.

BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara mengerahkan tim reaksi cepar (TRC) untuk mengkoordinasikan penanganan dengan unsur terkait lain. Penanganan darurat terpusat di bawah Pos Komando yang berada di Kantor BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara. Di samping itu, para personel terus melakukan pendataan,  bekerja sama dengan aparat desa dan kecamatan. 

Dinsos Kabupaten Musi Rawas Utara telah mendirikan dapur umum di Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya.

Dukungan sumber daya darurat diberikan oleh BPBD Provinsi Sumsel, berupa perahu karet 2 unit dan paket bantuan 50 buah.

Dampak

Banjir bandang mengakibatkan jaringan listrik beberapa wilayah padam. Saat kejadian terjadi tinggi muka air mencapai 150 - 250 cm. Debit air di Kecamatan Rupit sempat mengalami kenaikan, sedangkan di Karang Jaya terpantau surut. 

Data sementara hingga dini hari tadi (17/4), sebanyak 32 wilayah setingkat desa dan kelurahan di 4 kecamatan terdampak bencana ini. Keempat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Karang Jaya (10 desa), Rupit (9 desa), Ulu Rawas (6 desa, 1 kelurahan), Rawas Ulu (6 desa).

Sementara itu, dampak kerugian terekam sebanyak 2.839 unit rumah terdampak, sedangkan jembatan rusak berat tercatat 6 unit. Fasilitas umum lain yang terdampak antara lain tempat ibadah 5 unit dan fasilitas kesehatan 10 unit.

Dampak pada populasi terpantau 49 KK atau 196 warga mengungsi. Korban meninggal dunia sebanyak 2 warga dan dua lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

 Banjir bandang ini terjadi setelah adanya hujan intensitas sedang hingga lebat di kawasan hulu. Hujan yang deras mengakibatkan debit air Sungai Rupit dan Sungai Rawas meluap hingga ke pemukiman warga sekitar daerah aliran sungai.



Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN